W.E.L.C.O.M.E
Photobucket
Control Panel!
Tinggalin Jejak Donk!
Plurk Me,
Proudly Support,
rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!
Visitors,

Sebelum Anda membaca tulisan ini, saya mohon untuk tidak terlalu serius menanggapinya yaa. Just for fun, okay?

Okay. Lets begin!

November 2009 adalah awal saya bergabung ke dunia skripsi. Sebuah step yang mau gak mau, suka gak suka, ikhlas gak ikhlas, harus saya (atau mungkin Anda semua) tempuh untuk mendapat gelar sarjana. Mulai dari bingung menentukan tema, latar belakang yang harus ‘logis’, merancang metod yang sesuai, dll.

Berikut fakta gak penting mengenai skripsi :

1. Musim skripsi = Musim kepala pusing + Musim jantung berdebar + Musim gejala psikosomatik  lain

2. Skripsi adalah saat di mana terjadi pelanggaran berat terhadap pedoman hidup yang susah payah diajarkan Om Roma Irama, yaitu “begadang jangan begadang”.  Tidur di atas jam 3 atau tidak tidur sama sekali.

3.Skripsi mengubah jam biologis. Malam terasa seperti pagi, segar bugar dan penuh energi. Pagi seperti Malam, suntuk dan ngantuk.

4. Skripsi mengubah pola makan. Makan semaunya. Makan siang kadang iya (banyak banget kalo lagi laper) dengan waktu yang tidak dapat ditentukan, kadang tidak makan sama sekali. Makan malam jam 1 pm. Sarapan jam 10 am. Hasilnya : berat badan meroket!

5. Skripsi meningkatkan tingkat penyadaran diri. Sadar diri akan kemampuan berbahasa yang tidak sesuai EYD.

6. Skripsi berhasil membuat saya menyesali ketidakmampuan dan kapasitas otak saya yang seadanya, di mana sering kali saya bilang “Duh, bego banget nih gw!” atau “Ayo dong otak, mikir dong, mikir!”

7. Skripsi menurunkan kreatifitas dan produktifitas blogging. Saya buktinya.. (blushing)

8. Skripsi adalah saat kamu berurusan dengan banyak orang, mulai dari petugas di mana kamu meneliti dan pasien yang kamu teliti.

9. Skripsi berarti pemborosan kertas dan tinta printer, di mana kamu harus revisi, revisi, dan revisi lagi.

10. Skripsi adalah saat kamu harus tetap tampil cantik walaupun dengan jerawat yang nempel di mana-mana.

11. Skripsi bukan hanya saat untuk kamu mengenal kemampuan diri sendiri, tapi juga saat untuk kamu lebih mengenal orang lain, contohnya dosen pembimbing. Kamu akan lebih tau jadwal mereka, mungkin melebihi mereka sendiri. Ditambah bonus pengalaman-pengalaman hidup mereka yang bisa kamu jadikan panutan. I love this part! :tob:

12. Saat skripsi, mungkin kamu akan menjadi lebih sabar. Sabar menunggu dosen datang. Sabar walaupun kecewa karena dosen yang kamu tunggu tidak bisa memberi bimbingan. Sabar mengantri giliran bimbingan.

13. Skripsi merupakan jalan sebelum kamu tiba di puncaknya, SIDANG! Hwaaaa…. Jadi deg-degan lagi…

Doakan saya yaa.. Hiatus dari blog lagi sampai tuntas sidang. Sampai bertemu setelah sidang! :mikir:

Kali ini pengen sedikit share aja deh,

Tapii sebelom itu, bernarsis ria dulu aaaah!!!!

Beberapa minggu yang lalu pesenan CD gw udah nyampe,

Apaan Ta? »

Paket CD The Banery

The Banery – Janji Pasti

Rating ala Mita : 2,5/5

Total ada 10 lagu. Lumayan enak didenger sih. Tapi bukan untuk konsumsi setiap hari which is sangat tergantung mood.

New stuffs narsis yang belakangan sangat sangat sering gw pake,

Intip duluuu »

Dompet Narsis

Hahaha~ betapa narsisnyaa saya…

Yak betul! Itu adalah sebuaaah… »

Dompet Narsis 2

DOMPET NARSIS! Hehe~ gw lupa ngerapihin dompet gw sebelom moto. Hadoooh kacau berantakan!

Teruuusss »

Tempat Pensil Narsis

Tempat pensil yang lebih sering gw pake sebagai clutch.. *bener gak yaa tulisannya*

Ini jugaa »

Kalung Lucu DepanKalung Lucu Belakang

Kalung handmade dari bahan clay. Udah lama sebenernya pengen punya kalung gini. Tapi baru kesampean. Love it so much!

Yang terakhirrrr »

Kalung 2Kalung2 belakang

Ini handmade juga, awalnya gw pake jadi gantungan hp. Tapi belakangan gw males ada “mainan” di hp gw. Yaa udah, gw pake aja jadi kalung.

————–^3^—————

Udah cukup narsis – narsisannya. Sekarang mulai pada inti judul “MENGEJAR MATAHARI”.. Semoga gak keburu bosan baca tulisan ini. :tob:

Barusan gw buka tulisan – tulisan lama di blog fs jadul gw. Dan gw menemukan tulisan ini. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk ngedit blog ini. Okeee fine, gw ngaku kalo ternyata dulu gw sangat cukup alay. :mikir:

Here they are,

Jadi ceritanya, berawal dari hasil pemikiran otak gw yang emang sering di luar dari normal, kemaren gw dan teman2 sedikit sharing tentang matahari, bulan dan bumi.

What i think is,

Gak ada yang bisa dibanggakan sebagai bulan..

Bulan perlu mataHaRi untuk bisa hidup which is sangat sangat tergantung. Apa bagusnya ? Dan seandainnya gw boleh memilih, gw lebih suka jadi matahari yang selalu menerangi bumi, membagi cahayanya untuk bulan, and of course matahari gak perlu cahaya lain untuk bisa bersinar. Dia selalu punya cahayanya sendiri. Bumi butuh dia. Dia terlihat seperti selalu dibutuhkan.  Gak kayak bulan yang selalu jadi bayang – bayang matahari. Cuma punya pantulansinar matahari, untuk apa hidup hanya sebagai bayang – bayang ?

What did other say ?? »

Yulfran said,

Tapi tiap orang dilahirkan dengan makna dan artinya sendiri. Cuma tinggal nunggu waktunya. Tenang aja. Kita pasti bisa jadi matahari.

(Very wise i think. But, apa iya bulan bisa jadi matahari ? ,red)

Hafiz said,

Matahari kalo gak ada bulan gak akan enak dilihat orang. Matahari tuh silau. Nah, kalo bulan kan enak dilihat..

(But the point is, yang dilihat orang tuh cahayanya si matahari. Apa enaknya cuma sebagai perantara ?)

Aryu said,

Kalo dilihat dari konteks yang lain, bulan, matahari, dan bumi tuh gak bisa dipisahkan dalam kehidupan rumah tangga (ehem, red) Dimana matahari sebagai suami, yang memang merupakan pemegang kekuasaan dalam keluarganya. Bulan sebagai istri, yang senantiasa taat pada suaminya, memberikan kelembutan dan kasih sayang pada keluarganya. Bumi adalah anak – anak, senantiasa menerima curahan kasih sayang  dari kedua orang tuanya. Bila matahari dan bulan mampu menyinarinya dengan baik, maka ia akan bersinar pula. Tiga hal tersebut harus ada, tidak bisa dipisahkan. Apalah arti matahari tanpa bumi dan bulan ? Ia tidak bisa menyinari siapapun. So, tidak selamanya bulan itu tergantung pada orang lain. Ia juga diperlukan untuk melengkapi kebahagiaan dalam kehidupan.

(Analogi yang sangat bagus. Good job!, red)

Thanks to kalian semua yang bersedia meladeni pemikiran gw yang di luar normal. Nice sharing!

Dan sekarang gw mikir,

Tidak perlu mengejar matahari, yang kita perlukan hanyalah menjadi diri sendiri. :tob:

————–^3^—————

Recent Comments
hahaha bener bangett wkwkwk!!! mitaa.. ayo semanga...
horee.. gue masih posisi pertamax tukang ngoceh di...
narsis gila itu segala2 sampe mirip lo semua.. pak...
jie... ridu mita... gosip baru....:lirik:...
eh eh eh gue posisi pertama top komentator niy.. u...
OMG.. narsis mogholazoh itu :dead: gak sekalian...
yg perlu menjadi diri sendiri emang.. soalnya pali...
muhaha. dasar mita. :mikir:...
nah mit, sekarang tiR tau deh kenapa lo pake dompe...
@Triunt, Iyeee tebel duit recehan.. @GeLZa, ...
Facebook Networked,